Ads Right Header


Mau Menjadi Dirut Pertamina! Ahok Harus Belajar Ini!


InovasiTerbaru - Berita keseharian yang sudah kita dengar tentunya masih seputaran ini dan ini saja yaitu mengenai penempatan posisi Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang dikatakan bahwa akan menduduki posisi sebagai petinggi di salah satu BUMN. Namanya terus disebut bakal menjabat sebagai direktur utama atau komisaris PT Pertamina.

Dari informasi yang telah kami lansir dari agen depopulsa.co, apabila benar dan faktanya demikian maka Ahok harus extra hati-hati, mengapa demikian ?, sebab dari pelajaran yang telah kita kutip dan dapatkan bahwa terdapat sudah sejumlah nama-nama yang pernah menduduki posisi tersebut itu pernah berhenti dan bahkan ada yang diberhentikan.

Berikut akan kita bahas satu persatu dari artikel apa yang harus Ahok pelajari, mengapa beberapa pejabat yang berhenti dan diberhentikan.

1. Elia Massa Manik


Masa jabatan, 16 Maret 2017 /sd 20 April 2018

Beliau pernah menjabat lebih kurang setahun sebulan sebagai direktur pertamina, dan akhirnya harus diberhentikan pada saat rapat umum pemegang saham. Dari berbagai isu perihal pencopoton Elia, mulai dari masalah BBM tentunya seperti kenaikan harga, ddan pengurangan premium dipulau jawa, madura, dan bali sampailah terjadi kelangkaan hingga unsur politis.

2. Dwi Soetjipto


Perihal mengenai Dwi Soetjipto, beliau sendiri bersama dengan wakilnya yang bernama Ahmad Bambang juga resmi dicopot dari tugasnya sebagai dirut dan wadirut Pertamina. Dari informasi yang beredar dikatakan bahwa pemberhentian jabatan mereka merupakan karena perebutan kekuasaan dalam memimpin. Dan dari sanalah terbawa-bawa hingga masalah personal yang mengakibatkan keduanya tidak saling cocok dalam mengemban tugas yang diberikan negara ini sehingga berujung pada kualitas dan stabilitas perusahaan.

3. Karen Agustiawan



Dari semua pejabat yang pernah menjabat, dan yang paling terakhir ini lah yang paling kontroversial, Tidak salah dengan Karen Agustiawan, Dimana beliau memilih untuk mengundurkan diri pada oktober 2014, pada saat ini memang beliau memilih untuk mengundurkan diri dikarenakan adanya masalah pribadi. Namun tidak berselang lama, beliau memutuskan ke Amerika Serikat dan menjadui guru besar di salah satu universitas yang sangat terkenal yaiut Harvard University, Boston, Amerika Serikat.

Tahun demi tahun telah lewat, dan pada akhirnya Karen disebut sebut dan dinyatakan sah oleh  pihak kpk sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi di sebagai yang invenstasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang dikatakan itu merugikan keuangan negara hingga Rp569 miliar oleh Kejaksaan Agung.

Penetapan Karen sebagai tersangka oleh Kepusat Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Rum didasarkan oleh Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Dan pada akhirnya Karen divonis selama 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Dari prediksi yang diperkirakan bahwa putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut jaksa yang tadinya itu Karen 15 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 6 bulan kurungan ditambah hukuman berupa pembayaran uang pengganti sejumlah Rp284 miliar.

Demikian lah artikel ini kami perbuat dengan data-data yang sudah valid dan sebenar-benarnya. Semoga ini dapat menambah wawasan dan tentunya pelajaran bagi kita masing-masing.

Previous article
Next article

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel